Pembuahan terjadi di saluran telur (tuba Fallopi atau oviduk). Zigot yang terbentuk menuju ke rahim (uterus), kemudian membelah diri menjadi dua, empat, delapan, enam belas, dan seterusnya. Sementara itu, lapisan dalam dinding rahim menebal untuk memberi makanan bagi embrio. Embrio memperoleh makanan dari tubuh induknya melalui plasenta (ari-ari). Selanjutnya, makanan masuk ke embrio melalui tali pusar. Melalui tali pusar tersebut, sisa-sisa metabolisme dan zat yang tidak berguna dialirkan kembali ke plasenta dan akhirnya ke tubuh ibunya.
Di dalam uterus, embrio dikelilingi oleh suatu cairan yang disebut cairan amnion atau ketuban. Cairan amnion berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
Tahap perkembangan embrio dari usia 5 minggu hingga usia 5 bulan. Pada usia 5 minggu, embrio telah mempunyai kepala, mata, tubuh, ekor yang pendek, dan calon tangan serta kaki. Panjang embrio hampir mencapai 7 milimeter.
Pada usia 9 minggu, embrio telah berubah menjadi bayi kecil yang sudah terbentuk. la mempunyai wajah dengan mata, telinga, hidung, dan lidah. Jari-jari kaki dan tangannya juga sudah tampak. Kepalanya jauh lebih besar dari badannya. Embrio pada usia ini sudah dapat menggerakkan tangan dan kakinya. Panjangnya kira-kira 5,5 cm.
Pada usia 14 minggu, organ-organ tubuh yang dimilikinya sudah semakin berkembang. Panjang tubuh bayi sekitar 6 cm.
Pada usia 20 minggu, bayi memiliki panjang tumbuh sekitar 19 cm dan beratnya sekitar setengah kilogram. Organ-organ tubuhnya sudah lebih berkembang. Tangan dan kakinya sudah dilengkapi dengan kuku. Sudah memiliki alis mata dan bulu mata. Pada usia ini, detak jantung bayi dapat terdeteksi dan bayi sangat aktif.
Ketika usia bayi mencapai 24 minggu, pertumbuhan badannya sangat pesat. Pada saat bayi akan lahir, berat normalnya sekitar 3 kg, panjangnya sekitar 45 cm, lingkar kepala bayi sama dengan lingkar bahu atau pangkal pahanya. Setelah lahir, plasenta akan ikut keluar.
No comments:
Post a Comment