Thursday, 5 February 2026

Sistem Reproduksi Manusia

Salah satu ciri maklum hidup adalah berkembang biak atau bereproduksi. Perkembangbiakan merupakan upaya mahkluk hidup untuk melestarikan jenisnya. Cara perkembangbiakan dan alat atau organ tubuh yang mendukung perkembangbiakan tiap jenis organisme bervariasi. Hal ini berkaitan dengan perkembangan struktur tubuh dan penyesuaian terhadap kondisi lingkungan tempat hidupnya. Sistem reproduksi manusia memiliki struktur, fungsi, dan proses yang kompleks.

Sistem Reproduksi pada manusia dibedakan atas organ reproduksi pria dan wanita. Organ reproduksi pria terdiri atas penis, testis, dan uretra. Sedang organ reproduksi pada wanita terdiri atas ovarium, uterus, dan vagina. Kelainan dan gangguan pada organ-organ tersebut dapat terjadi kemandulan, bahkan ada penyakit yang menular melalui hubungan seksual yang mengakibatkan kematian 

A. Sistem Reproduksi pada Pria
Sistem reproduksi pada pria terdiri dari organ atau alat reproduksi yang berdasarkan letaknya dibedakan menjadi dua, yakni organ reproduksi yang tampak dari luar dan organ reproduksi yang tidak tampak dari luar. Organ reproduksi bagian luar yang dapat dilihat adalah penis. Sedangkan organ reproduksi pria yang tidak tampak dari luar adalah testis, uretra, dan vesikula seminalis, karena letaknya di dalam tubuh.

Organ-organ reproduksi pria akan mulai berkembang pada saat usia menginjak 9-15 tahun dan akan berhenti perkembangannya pada usia 20 tahun.

1. Penis
Penis tersusun dari jaringan otot, jaringan spons, pembuluh darah, jaringan saraf. Penis berfungsi menyalurkan sel kelamin jantan (sperma) ke dalam alat kelamin betina.

2. Tesis
Tesis merupakan tempat pembentukan sperma dan beberapa jenis hormon kelamin jantan (androgen). Peristiwa pembentukan sperma di dalam testis disebut spermatogenesis. Tesis terletak di dalam skrotum atau kantor pelit yang berfungsi mengatur temperatur testis agar sesuai untuk pembentukan sperma.

Di dalam testis terdapat banyak saluran halus yang disebut tubulus seminiferus. Dinding tubulus seminiferus terdiri dari jaringan epitelium dan jaringan ikat. Pada jaringan epitelium terdapat sel induk spermatozoa yang disebut spermatogonium. Di dalam spermatogonium terdapat sel sertoli dan sel Leydig. Sel sertoli berfungsi memberikan makan spermatozoa, sedangkan sel Leydig berfungsi menghasilkan hormon testosteron.

Proses pembentukan sperma pada manusia sangat dipengaruhi oleh hormon. Sperma yang terbentuk di dalam testis akan mengalir melalui saluran vasa eferensia dan masuk ke dalam epididimis (kantong sperma). Epididimis merupakan tempat penyimpanan dan pematangan sperma.

3. Uretra 
Dari epididimis, sperma yang hendak dikeluarkan dari tubuh mengalir melalui saluran vasa deferensia dan masuk ke uretra. Uretra merupakan saluran dari kantor kemih yang berhubungan dengan vasa eferensia. Sperma keluar dari penis melalui uretra. Dalam setiap mililiter cairan sperma mengandung 120 juta sperma.

Sperma 
Struktur sperma terdiri dari kepala, bagian tengah (badan), dan ekor (flagela). Pada bagian kepala terdapat inti sel dan akrosom yang dibentuk dari kompleks Golgi. Akrosom menghasilkan enzim yang berfungsi membantu sperma menembus sel telur. Pada bagian tengah, terdapat mitokondria tempat berlangsungnya oksidasi sel untuk membentuk energi yang digunakan oleh sperma sehingga sperma dapat bergerak aktif. Bagian ekor berupa flagela yang merupakan alat gerak sperma.

Proses pembentukan sperma 
Proses pembentukan sperma mulai terjadi ketika seorang pria menginjak usia belasan tahun. Mula-mula, sel-sel induk sperma (spermatogonium) membelah secara mitosis beberapa kali sehingga dihasilkan lebih banyak spermatogonium. Sebagai dari sel-sel spermatogonium tersebut membelah secara mitosis sedangkan sebagian yang lain menjadi spermatosit primer. Oleh karena pembelaha terjadi secara mitosis maka spermatogonium dan spermatosit primer mempunyai 2n kromosom (diploid)
Kemudian, spermatosit primer membelah secara meiosis (tahap I) menghasilkan spermatosit sekunder. Oleh karena membelah secara meiosis, maka spermatosit sekunder mempunyai n kromosom (haploid). Spermatosit sekunder membelah lagi secara meiosis (tahap II) menghasilkan dua sel yang juga haploid (n). Hasil pembelahan tersebut disebut spermatid, dan diperoleh empat spermatid. Sel-sel spermatid akan mengalir diferensiasi (perubahan bentuk) menjadi sel spermatozoa atau sperma, peristiwa ini disebut dengan spermiogenesis. Diferensiasi tersebut meliputi adanya kepala, badan (bagian tengah), dan ekor (flagela).

B. Sistem Reproduksi pada Wanita 
Alat reproduksi wanita terdiri dari atas ovarium (indung telur), uterus (rahim), dan vagina. Ovarium merupakan organ penghasil sel telur (ovum) yang terletak di kanan dan kiri rahim, ovarium pada kedua sisi rahim masing-masing ukuran seperti buah anggur. Rahim merupakan rongga tempat dan berkembang janin. Vagina merupakan lubang tempat keluarnya janin pada proses kelahiran, tempat keluarnya darah menstruasi, dan tempat masuknya sperma. Selain itu juga terdapat saluran yang dilalui sel telur dalam perjalanannya dari indung telur menuju rahim.

1. Pembentukan Ovum
Proses pembentukan ovum di dalam ovarium disebut oogenesis. Pada ovarium di dalam tubuh embrio (fetus) terdapat sekitar 600.000 buah sel induk telur (oogonium). Pada umur embrio lima bulan, oogonium memperbanyak diri secara mitosis membentuk 7 juta oosit primer. Setelah itu terjadi pengurangan jumlah oosit primer sampai lahir. Pada saat embrio berumur 6 bulan, oosit primer sedang dalam tahap  meiosis I, khususnya berada pada tahap profase I. Ketika seorang bayi  perempuan lahir, ovarium berisi sekitar 1-2 juta sel telur (oosit primer). Selanjutnya, oosit primer tersebut istirahat (tidak melakukan pembelahan) sampai masa pubertas. Pada waktu anak berumur 7 tahun, jumlah oosit primer berkurang lagi menjadi sekitar 300-400 ribu oosit primer.
Setelah masuk masa pubertas, dan seorang sudah mengalami menstruasi atau haid, saat itu kelenjar hipofisis perempuan mengalami FSH (follicle stimulating hormon), yang merangsang oosit primer untuk melanjutkan pembelahan. Dari pembelahan tersebut, dihasilkan yang ukurannya tidak sama. Sel ukurannya kecil disebut badan polar pertama. Sel tersebut akan melanjutkan dua badan polar. Sel yang berukuran besar disebut oosit sekunder, yang terus membelah menghasilkan satu sel yang besar disebut ootid atau sel badan polar. Seperti halnya spermatogenesis, proses oogenesis juga di pengaruhi oleh badan jenis hormon. Hormon-hormon tersebut dihasilkan oleh hipofisis atau oleh ovarium sendiri.

2. Proses dan Siklus Menstuasi 
Secara berkala, sel telur yang sudah matang akan di keluarkan pada indung telur. Sel telur ini akan bergerak melalui saluran telur menuju rahim. Sementara itu, dinding secara berkala dinding rahim akan menebal sehingga rahim siap menerima zigot hasil fertilisasi. Jika fertilisasi tidak terjadi, sel telur dan jaringan yang terbentuk pada dinding rahim akan luruh dan dikeluarkan dari rahim sebagai menstruasi (haid). 
Siklus menstuasi ini berkaitan dengan pembentukan sel telur dan pembentukan endometrium (dinding rahim). Siklus menstuasi rata-rata 28 hari. Akan tetapi, tidak semua orang mempunyai siklus yang sama; ada yang masanya hanya 21 hari, dan ada pula mencapai 30 hari. Siklus ini dikendalikan oleh hormon-hormon reproduksi yang dihasilkan oleh hipotalamus, hipofisis, dan ovarium.
Remaja perempuan yang telah mengalami menstruasi dikatakan telah memasuki usia subur karena telah mengalami ovulasi (menghasilkan ovum).
Wanita mulai mengalami menstruasi pada usia sekitar 9 - 15 tahun dan terus berlanjut sampai masa menopause pada usia sekitar 45-49 tahun. Setelah memasuki masa menopause seorang wanita tidak dapat menghasilkan ovum, karena semua oosit primer yang tersisa mengalami degradasi.

C. Perkembangan Embrio 
Pembuahan terjadi di saluran telur (tuba Fallopi atau oviduk). Zigot yang terbentuk menuju ke rahim (uterus), kemudian membelah diri menjadi dua, empat, delapan, enam belas dan seterusnya. Sementara itu, lapisan dalam dinding rahim menebal untuk memberi makanan bagi embrio. Embrio memperoleh makanan dari tubuh induknya melalui plasenta (ari-ari). Selanjutnya, makanan masuk ke embrio melalui tali pusar. Melalui tali pusar tersebut, sisa-sisa metabolisme dan zat yang tidak berguna dialirkan kembali ke plasenta dan akhirnya ke tubulus ibunya.
Di dalam uterus, embrio dikelilingi oleh suatu cairan yang disebut cairan amnion atau ketuban. Cairan amnion berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.

Tahap perkembangan embrio dari usia 5 minggu hingga 5 bulan. Pada usia 5 minggu, embrio telah mempunyai kepala, mata, tubuh, ekor yang pendek, dan calon tanggan serta kaki. Panjang embrio hampir mencapai 7 millimeter 

Pada usia 9 minggu, embrio telah berubah menjadi banyi kecil yang sudah terbentuk. Ia mempunyai wajah dengan mata, telinga, hidung, dan lidah. Jari-jari kaki dan tangannya sudah tampak, kepalanya lebih besar dari badannya. Embrio pada usia ini sudah dapat menggerakkan tangan dan kakinya. Panjang kira-kira 5,5 cm.

Pada usia 14 minggu, organ-organ tubuh yang dimilikinya sudah semakin berkembang. Panjang tubuh bayi sekitar 6 cm.

Pada usia 20 minggu, bayi memiliki panjang tubuh sekitar 19 cm dan beratnya sekitar setengah kilogram. Organ-organ tubuhnya sudah lebih berkembang. Tangan dan kaki sudah di lengkapi kuku. Sudah memiliki alis mata dan bulu mata. Pada usia ini, detak jantung bayi dapat terdeteksi dan bayi sangat aktif.

Ketika usia bayi mencapai 24 Minggu, pertumbuhan badan sangat pesat. Pada saat bayi akan lahir, berat normalnya sekitar 3 kg, panjang sekitar 45 cm, lingkar kepala bayi sama dengan lingkar bahu atau pangkal pahanya. Setelah lahir, plasenta akan ikut keluar.

D. Hormon Reproduksi 
Sistem-sistem reproduksi manusia, baik pria maupun wanita, dipengaruhi hormon-hormon tertentu. Hormon yang mempengaruhi sistem reproduksi pria antara lain gonadotrofin, FSH, LH, dan testosteron. Hormon yang mempengaruhi sistem reproduksi wanita antar lain gonadotrofin, FSH, LH, estrogen, dan progesteron.

1. Hormon gonadotrofin, dihasilkan oleh hipotalamus (di bagian dasar otak) yang merangsang kelenjar hipofisis bagian anterior agar mengeluarkan hormon FSH dan LH.

Jawaban Soal-soal Ekskresi No. 4

4. Pada bagian kulit ginjal terdapat alat penyaring darah yang disebut?
a. neuron 
b. nefron
c. nefritis
d. korteks 
e. medula

Jawaban yang tepat adalah b. nefron 

Nefron adalah unit fungsional ginjal yang bertanggung jawab untuk menyaring darah dan menghasilkan urin. Nefron terletak di bagian korteks ginjal dan terdiri dari beberapa bagian, termasuk glomerulus (penyaring darah) dan tubulus.

Namun, lebih spesifiknya, bagian dari nefron yang berfungsi sebagai alat penyaring darah adalah glomelurus tetapi karena pilihan jawaban yang ada, b. nefron adalah jawaban yang paling tepat.

Pilihan jawaban lainnya:

a. neuron : Neuron adalah sel saraf yang berfungsi dalam sistem saraf, tidak terkait dengan ginjal.
c. nefritis : Nefritis adalah peradangan pada ginjal, bukan alat penyaring darah.
d. korteks : Korteks adalah bagian dari ginjal yang mengandung nefron, bukan alat penyaring darah itu sendiri.
e. medula : Medula adalah bagian dari ginjal yang terdiri dari piramida ginjal, bukan alat penyaring darah.

Jadi, jawaban b. nefron adalah yang paling tepat.

Latihan Soal-soal Ekskresi, Biologi

1. Keterangan berikut menjelaskan tentang organ ginjal kecuali  . . . .
a. berbentuk seperti kacang merah 
b. berfungsi sebagai penyaring darah
c. sebagai tempat pembentukan sel-sel darah
d. jumlah sepasang, di kiri-kanan ruas-ruas tulang pinggang 
e. sebagai alat pengeluaran metabolisme 

2. Bagian ginjal yang berfungsi sebagai penyaring darah adalah . . . .
a. korteks 
b. medula
c. pelvis
d. ureter
e. tubulus 

3. Hasil penyaringan ginjal adalah. . . .
a. darah
b. urin
c. air
d. glukosa 
e. amonia

4. Pada bagian kulit ginjal terdapat alat penyaring darah yang disebut . . . .
a. neuron 
b. nefron
c. nefritis
d. korteks 
e. medula 

5. Di manakah penyaringan darah pertama kali terjadi . . . .
a. lapisan malpighi
b. badan malpighi
c. nefron
d. glomelurus 
e. simpan bowman 

6. Contoh dari ekskresi adalah . . . .
a. penyerapan air dari makanan tak tercena di dalam usus besar
b. mengalir darah miskin oksigen dari jantung ke paru-paru 
c. mengalir darah kaya oksigen dari paru-paru ke jantung 
d. pelepasan uap air dari paru-paru ke udara luar 
e. mengalir urin yang mengalir ke kantung kemih melalui ureter 

7. Pada organ ekskresi alat pengeluaran yang paling utama adalah . . . .
a. hati 
b. paru-paru 
c. kulit 
d. ginjal
e. uretra 

8. Organisme memiliki sistem pengeluaran yang berguna untuk mengeluarkan zat-zat sisa dari proses. . . .
a. oksidasi 
b. metabolisme 
c. absorpsi
d. transportasi
e. reabsorsi 

9. Urin 95% terdiri dari air dan garam serta zat-zat lain, seperti . . . .
a. urea, asam amino, dan protein 
b. sisa oksidasi, protein, dan vitamin 
c. urea, amonia, dan bilirubin 
d. vitamin, amonia, dan glukosa 

10. Urin berwarna kuning karena mengandung . . . .
a. urea
b. bilirubin 
c. hemoglobin 
d. amonia

11. Salah satu tanda bahwa seseorang menderita gagal ginjal adalah jika dalam urin terdapat zat . . . .
a. urea 
b. bilirubin 
c. protein 
d. glukosa 

12. Bagian ginjal yang berperan dalam proses pembentukan urin adalah . . . .
a. korteks 
b. medula
c. pelvis
d. tubulus
c. nefron 

13. Pada bagian pelvis bagian dalam ginjal yang mengumpulkan urin dari ginjal dan mengirimkan ke bagian . . . .
a. tubulus 
b. glomelurus 
c. simpai Bowman
d. ureter
e. uretra

Jawaban Soal-soal Ekskresi No. 5

5. Di manakah penyaringan darah pertama kali terjadi?
a. lapisan malpighi
b. badan Malpighi
c. nefron 
d. glomelurus 
e. simpan bowman

Jawaban yang tepat adalah d. glomelurus 

Glomerulus adalah struktur kecil yang terletak di dalam korteks ginjal dan berfungsi sebagai alat penyaring darah. Di sinilah penyaringan darah pertama kali terjadi, di mana darah dipompa ke dalam glomerulus dan difiltrasi melalui membran filtrasi.

Proses penyaringan darah di glomerulus melibatkan beberapa tahap, termasuk:

1. Darah dipompa ke dalam glomerulus melalui arteriol aferen.
2. Darah difiltrasi melalui membran filtrasi glomerulus, yang memungkinkan molekul-molekul kecil seperti air, ion, dan gula untuk melewati filter.
3. Filtrat yang dihasilkan kemudian masuk ke dalam kapsula Bowman, yang merupakan struktur yang mengelilingi glomerulus.

Jadi, glomerulus adalah tempat penyaringan darah pertama kali terjadi di ginjal.

Namun, perlu diingat bahwa b.badan malpighi juga terkait dengan proses penyaringan darah di ginjal. Badan Malpighi terdiri dari glomerulus dan kapsula Bowman. Jadi, jawaban b. badan malpighi juga bisa dianggap relevan, tapi d. glomelurus adalah jawaban yang lebih spesifik dan akurat.

Wednesday, 4 February 2026

Jawaban Soal-soal Ekskresi No. 1

1. Keterangan berikut menjelaskan tentang organ ginjal kecuali  . . . .
a. berbentuk seperti kacang merah 
b. berfungsi sebagai penyaring darah
c. sebagai tempat pembentukan sel-sel darah
d. jumlah sepasang, di kiri-kanan ruas-ruas tulang pinggang 
e. sebagai alat pengeluaran metabolisme 

Jawaban yang tepat adalah c. sebagai tempat pembentukan sel-sel darah.

Ginjal memang memiliki beberapa karakteristik seperti:

Berbentuk seperti kacang merah (a): Ginjal memiliki bentuk yang mirip dengan kacang merah.
Berfungsi sebagai penyaring darah (b): Ginjal berfungsi menyaring darah untuk menghilangkan zat-zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan.
Jumlah sepasang, kiri dan kanan ruas-ruas tulang pinggang  (d): Ginjal terletak di bagian belakang rongga perut, di kiri dan kanan tulang pinggang.
Sebagai alat pengeluaran metabolisme (e): Ginjal membantu mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme dari tubuh melalui urin.

Namun, pembentukan sel darah merah bukanlah fungsi ginjal. Pembentukan sel-sel darah terjadi di sumsum tulang belakang.

Jadi, jawaban c adalah yang tidak tepat terkait dengan ginjal.

Jawaban Soal-soal Ekskresi No. 3

3. Hasil penyaringan ginjal adalah. . . .
a. darah
b. urin
c. air
d. glukosa 
e. amonia

Jawaban yang tepat adalah b. urin

Ginjal berfungsi sebagai penyaring darah, memisahkan zat-zat yang tidak diperlukan dari darah dan membuangnya sebagai urin. Urin adalah hasil penyaringan ginjal yang mengandung zat-zat sisa metabolisme tubuh, seperti urea, kreatinin, dan lain-lain.

Proses penyaringan ginjal melibatkan beberapa tahap, yaitu:

1. Filtrasi: Darah dipompa ke ginjal dan difiltrasi melalui glomerulus.
2. Reabsorpsi: Zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh direabsorpsi kembali ke dalam darah.
3. Sekresi: Zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh dikeluarkan sebagai urin.

Jadi, urin adalah hasil akhir dari proses penyaringan ginjal yang kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui saluran kemih.

Jawaban Soal-soal Ekskresi No. 2

2. Bagian ginjal yang berfungsi sebagai penyaring darah adalah . . . .
a. korteks 
b. medula
c. pelvis
d. ureter
e. tubulus

Jawaban yang paling tepat adalah a. korteks 

Pada bagian kulit (korteks) terdapat alat penyaring darah, yang disebut nefron. Korteks ginjal adalah bagian luar ginjal yang mengandung glomerulus dan tubulus ginjal. Jadi, jawaban a. korteks, adalah yang paling tepat, karena glomerulus yang berfungsi sebagai penyaring darah terletak di dalam korteks ginjal.

Medula (b) adalah bagian dalam ginjal yang berperan dalam proses konsentrasi urin.

Pelvis (c) adalah struktur yang mengumpulkan urin dari ginjal dan mengirimkannya ke ureter.

Ureter (d) adalah saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih.

Tubulus (e) juga berperan dalam proses pembentukan urin, tetapi bukan sebagai penyaring darah utama.