Semua kegiatan manusia, misalnya melihat, membau, melangkah, mengunyah, dan merasakan makanan, dilakukan oleh organ-organ secara serasi. Keserasian itu muncul karena adanya kordinasi sistem saraf atau disebut sistem Kordinasi.
Sistem Kordinasi itu bekerja menerima rangsangan, mengolah, lalu meneruskan rangsangan. Sementara itu, alat tubuh yang berfungsi sebagai penerima rangsang adalah sistem indra. Ketika melihat makanan misalnya, pertama-tama cahaya berupa bentuk dan warna makanan mencapai alat indra, yaitu indra mata. Ada pula aroma makanan, yaitu rangsangan bau, yang mencapai Indra hidung. Rangsangan cahaya dan bau yang diterima indra mata dan hidung diteruskan ke otak. Di otak rangsangan diolah untuk menentukan bahwa makanan itu lezat. Otak meneruskan rangsangan itu ke kaki untuk berjalan dan tangan untuk membuka tutup dan mengambil makanan. Otak juga meneruskan perintah ke organ-organ lain untuk bekerja.
Selain sistem saraf, yang bertugas mengkordinasi keserasian kerja organ tubuh kita adalah sistem hormon. Sistem saraf bekerja untuk komunikasi antarorgan dengan aliran listrik, sedangkan sistem hormon bekerja untuk komunikasi antarorgan secara kimiawi.
B. Sistem Saraf pada Manusia
Tubuh kita mempunyai jaringan komunikasi, yang menghubungkan jaringan satu dengan jaringan yang lain. Jaringan komunikasi tersebut mirip dengan jaringan telepon. Jaringan telepon mempunyai pusat pengendali. Demikian pula sistem komunikasi kita memiliki pusat pengendali, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Otak berfungsi seperti sentral otomatis pada sistem telekomunikasi telepon. Sedangkan urat saraf atau tali saraf berfungsi seperti kabel telpon. Urat saraf merupakan gabungan dari sel-sel saraf. Pesan komunikasi yang diterima reseptor (penerimaan rangsangan) diubah dan dikirim dalam bentuk influs saraf.
Sistem saraf manusia dapat dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat meliputi otak dan tulang belakang.
Alat tubuh yang berfungsi sebagai reseptor rangsangan adalah indra. Indra bagian tubuh yang memiliki ujung saraf sensori yang peka terhadap rangsang tertentu. Saraf sensori akan meneruskan rangsang dari Indra ke saraf pusat. Dari saraf pusat, reaksi atau tanggapan akan disampaikan ke efektor melalui saraf motor. Efektor adalah organ atau jaringan yang bereaksi terhadap rangsangan, misalnya otot dan kelenjar. Reaksi atau tangapan oleh efektor dapat berupa gerakan, ucapan atau kesan, dan sekresi kelenjar.
Rangsangan adalah perubahan lingkungan yang dapat diterima oleh reseptor. Menurut asalnya, rangsang dibedakan menjadi dua, yaitu rangsang dari luar tubuh dan rangsang dari dalam tubuh. Rangsangan dari luar tubuh misalnya suara, cahaya, bau, panas, tekanan. Rangsangan dari dalam tubuh misalnya rasa lapar, haus dan nyeri.
Menurut jenisnya, rangsangan dari luar tubuh dibedakan menjadi rangsangan mekanis, kimiawi dan fisis. Rangsangan mekanis misalnya sentuhan dan tekanan. Rangsangan kimiawi misalnya rasa manis, pahit, asam, dan bau. Rangsangan fisis misalnya suhu, listrik, gravitasi, cahaya, dan suara.
Urutan jalannya rangsang:
Rangsang - reseptor - saraf sensori - saraf pusat - saraf motor - efektor - gerak/ucapan/kelenjar/kesan.
Rangsang dibedakan menjadi rangsangan mekanis, kimiawi dan fisis. Reseptor adalah penerima rangsan (indra). Saraf sensori adalah saraf yang meneruskan rangsang dari Indra ke saraf pusat. Saraf pusat adalah otak dan sumsum tulang belakang. Saraf motor adalah saraf yang menghubungkan saraf pusat dengan efektor. Efektor adalah organ atau jaringan yang bereaksi terhadap rangsang, misalnya otot dan kelenjar.
1. Sel Saraf (Neuron)
Sel saraf atau neuron adalah sel yang peka terhadap rangsang dan mampu menghantarkan rangsang. Bentuk dan ukuran sel saraf bermacam-macam tergantung pada letak dan fungsinya di dalam tubuh.
Sel saraf memiliki bagian-bagian sebagai berikut
a. Badan sel, merupakan pengendali kerja sel saraf mempunyai inti sel dan sitoplasma yang banyak mengandung mitokondria.
b. Dendrit, tonjolan protoplasma pada badan sel dan bercabang-cabang, berfungsi untuk menerima dan menghantarkan impuls saraf dari luar ke sel saraf.
c. Neuri disebut juga akson, merupakan julukan yang panjang dari badan sel. Neurit berfungsi menghatarkan rangsangan dari badan sel saraf ke sel saraf lainnya.
Neurit disebut pula serabut saraf. Neurit dibungkus oleh selubung mielin. Selubung mielin tersusun dari lemak dan dekat dari permukaan luarnya terdapat sel-sel schwann. Selubung mielin tidak membungkus sepanjang neurit. Ada bagian-bagian tertentu yang tidak terselubungi dan terjadi suatu penyempitan yang disebut nodus Ranvier. Selubung mielin juga tidak menyelubungi bagian ujung neurit. Ujung neurit sel saraf lain akan bersambung dengan ujung dendrit. Persambungan tersebut disebut sinapsis.
Kumpulan neurit atau serabut saraf membentuk tali saraf. Kumpulan tali saraf membentuk urat saraf atau saraf.
2. Macam-Macam Sel Saraf
Berdasarkan fungsinya, terdapat tiga macam sel saraf, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf konektor.
a. Sel Saraf Sensori
Sel saraf ini berfungsi menghantarkan impuls saraf dan Indra ke otak atau ke sumsum tulang belakang. Oleh karena itu sel saraf sensori disebut pula sel saraf indra. Pada sel saraf sensori, dendrit berhubungan dengan indra untuk menerima rangsangan, sedangkan neurit berhubungan dengan sel saraf lain.
b. Sel Saraf Motor
Sel saraf ini berfungsi menyampaikan perintah otak atau sumsum tulang belakang menuju efektor, yaitu otot atau kelenjar tubuh. Sel saraf motor tersebut juga sebagai sel saraf penggerak. Pada sel saraf ini, dendrit berhubungan dengan neurit lain, sedangkan neurit berhubungan dengan efektor.
c. Sel Saraf Konektor
Sel saraf ini berfungsi meneruskan rangsangan dari sel saraf sensori ke sel saraf motor. Sel saraf konektor disebut pula sebagai sel saraf perantara atau penghubung. Ujung dendrit sel saraf yang satu berhubungan dengan ujung neurit sel saraf yang lain, demikian seterusnya membentuk serabut saraf.
Ujung neurit yang akan menyampaikan rangsang menuju dendrit sel saraf lainya membentuk tonjolan kecil yang disebut tombol sinapsis. Antara tombol sinapsis dengan dendrit dipisahkan oleh celah sempit yang disebut celah sinapsis. Pada sitoplasma tombol sinapsis terdapat tombol sinapsis terdapat tombol zat penghantar (neuroltrasmitter). Neuroltrasmitter merupakan suatu zat kimia yang berfungsi menghatarkan implus ke neuron atau sel saraf berikutnya. Contoh dari zat penghantar antara lain asetilkolin, noradrenalin, dan serotonim.
Pada tempat tertentu, badan sel saraf terkumpul membentuk simplus saraf yang disebut ganglion. Disebut simplus saraf karena bentuk saraf ini mempunyai simpul dari tali.
- Rata-rata sebuah neuron motor mempunyai 15.000 sinapsis
- Otak manusia dewasa mengandung 100 milliar sel saraf dan 1,61 juta km serabut saraf.
- Setelah usia 18 tahun, jumlah sel saraf yang rusak ialah 1.000 sel setiap hari.
- Kecepatan rambat implus saraf 288 km/jam.
3. Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak dilindungi oleh tengkorak. Sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Sistem saraf pusat tersebut dilindungi oleh selaput meninges. Meninges terdiri dari tiga lapisan (dari dalam ke luar), yaitu pia mater araknoid, dan dura mater.
a. Pia mater
Pia mater merupakan selaput paling dalam yang menyelubungi selaput permukaan otak dan sumsum tulang belakang. Lapisan pia mater banyak mengandung pembuluh darah. Pia mater berperan memberi oksigen dan zat makanan serta mengeluarkan sisa metabolisme.
b. Araknoid
Araknoid berupa selaput jaringan yang lembut. Araknoid terletak di antara pia mater dan dura mater.
c. Dura mater
Dura mater merupakan lapisan terluar yang dapat dan keras serta menyatu dengan tengkorak.
Rongga antara lapisan araknoid dan pia mater berisi cairan serebrispinal. Cairan ini berfungsi sebagai bantalan bagi otak untuk melindungi otak terhadap benturan pada tengkorak.
a. Otak
Otak merupakan pusat saraf utama dan terletak di dalam rongga tengkorak. Volume otak orang dewasa sekitar 1.500 cm³. Pada waktu embrio, otak manusia dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia, otak pun berkembang. Otak depan berkembang dan membentuk otak besar (serebrum). Otak tengah berukuran kecil dan merupakan penghubung antara otak depan dengan otak belakang. Otak belakang terdiri dari otak kecil (serebrum) dan sumsum lanjutan. Pada orang dewasa, yang tampak adalah bagian otak besar, otak kecil, dan sumsum lanjutan.
1) Otak besar (serebrum)
Otak besar atau serebrum merupakan bagian terbesar dari otak manusia. Otak besar terdiri dari belahan kiri dan kanan. Belahan kiri mengatur dan melayani tubuh bagian kanan. Sebaliknya, belahan kanan mengatur dan melayani tubuh bagian kiri. Jika otak besar belahan kiri terganggu maka tubuh bagian kanan akan lumpuh. Demikian pula sebaliknya. Otak besar tersusun atas dua lapisan, yaitu lapisan luar (korteks) dan lapisan dalam.
a) Lapisan luar (korteks) merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu. Lapisan ini berisi badan sel saraf. Permukaan lapisan korteks berlipat- lipat, sehingga permukaannya menjadi lebih luas. Pada lapisan korteks terdapat berbagai macam pusat saraf.
b) Lapisan dalam merupakan lapisan yang berwarna putih. Lapisan dalam banyak mengandung serabut saraf, yaitu dendrit dan neurit.
Otak besar merupakan pusat saraf utama yang mengendalikan kegiatan
tubuh. Fungsi otak besar antara lain:
a) Sebagai pusat kesadaran dan pengendalian kesadaran kita, misalnya untuk bergerak, mendengar, membau, dan bereaksi.
b) Sebagai pusat ingatan (memori)