Proses
pembentukan manusia secara biologis diawali dengan proses fetilisasi atau
pertemuan sel telur dengan sperma yang membentuk zigot dan terus menerus
berkembang hingga akhirnya dilahirkan di dunia, dalam biologi manusia digolongkan ke dalam homosapien yang memiliki
otak berkemampuan tinggi. Selain itu manusia juga di golongkan ke dalam mamalia
karena beberapa kesamaa yang dimiliki, akan tetapi meskipun memiliki sifat
mendasar yang sama, hal tersebut tidak serta menjadi alasan manusia sama
seperti makhluk yang lain.
Pubertas
merupakan suatu tahap perkembangan seorang anak menjadi dewasa secara seksual.
Pada perempuan, pubertas terjadi pada rentang usia 10-14 tahun. Dalam masa
pubertas, remaja perempuan akan
merasakan adanya perubahan dalam tubuhnya.
Saat
memasuki masa pubertas, payudara remaja perempuan akan mulai tumbuh. Umumnya
terjadi pada usia 8-13 tahun, dan diawali dari area sekitar puting, dan
tumbuhnya rambut kemaluan dan bulu ketiak. Selanjutnya mengalami menstruasi
setiap bulan, rahim membuat lapisan darah dan jaringan sebagai tempat menempel sel telur yang akan dibuahi. Namun,
jika sel telur tidak dibuahi, pada akhirnya akan luruh dan keluar dari vagina
dalam bentuk darah menstruasi. Periode menstruasi umumnya berlangsung sekitar
2-7 hari.
Masa ovulasi pada umumnya berlangsung
pada hari kesepuluh hingga hari ke-15 dihitung sejak hari pertama haid, bagi
seorang perempuan yang memiliki siklus menstruasi sebanyak 28 hari, atau dua
minggu sebelum haid selanjutnya dimulai. Jumlah ini dapat berbeda-beda,
sehingga perlu benar-benar memperhatikan siklus menstruasi yang dilalui setiap
bulan. Siklus ini dikendalikan oleh hormon-hormon reproduksi yang dihasilkan oleh
hipotalamus, hipofisis, dan ovarium.
Ketika
tubuh berovulasi, salah satu indung telur akan mengeluarkan telur yang telah
matang. Sel telur ini kemudian akan memasuki tuba fallopi terdekat dan menunggu
datangnya sperma untuk memulai pembuahan.
Pembuahan terjadi di saluran telur (tuba Fallopi atau oviduk). Zigot yang
terbentuk menuju ke rahim (uterus), kemudian membelah diri menjadi dua, empat,
delapan, enam belas, dan seterusnya. Sementara itu, lapisan dalam dinding rahim
menebal untuk memberi makanan bagi embrio. Embrio memperoleh makanan dari tubuh
induknya melalui plasenta (ari-ari). Selanjutnya, makanan masuk ke embrio
melalui tali pusar. Melalui tali pusar tersebut, sisa-sisa metabolisme dan zat
yang tidak berguna dialirkan kembali ke plasenta dan akhirnya ke tubuh ibunya.
Di dalam uterus, embrio dikelilingi oleh suatu cairan yang disebut cairan
amnion atau ketuban. Cairan amnion berfungsi untuk melindungi embrio dari
guncangan.
Tahap perkembangan embrio dari usia 5 minggu hingga usia 5 bulan, pada usia
5 minggu, embrio telah mempunyai kepala, mata, tubuh, ekor yang pendek, dan
calon tangan serta kaki. Panjang embrio hampir mencapai 7 milimeter.
Pada usia 9 minggu, embrio telah berubah menjadi bayi kecil yang sudah
terbentuk. la mempunyai wajah dengan mata, telinga, hidung, dan lidah.
Jari-jari kaki dan tangannya juga sudah tampak. Kepalanya jauh lebih besar dari
badannya. Embrio pada usia ini sudah dapat menggerakkan tangan dan kakinya.
Panjangnya kira-kira 5,5 cm.
Pada usia 14 minggu, organ-organ tubuh yang dimilikinya sudah semakin
berkembang. Panjang tubuh bayi sekitar 6 cm.
Pada usia 20 minggu, bayi memiliki panjang tumbuh sekitar 19 cm dan
beratnya sekitar setengah kilogram. Organ-organ tubuhnya sudah lebih
berkembang. Tangan dan kakinya sudah dilengkapi dengan kuku. Sudah
memiliki alis mata dan bulu mata. Pada usia ini, detak jantung bayi dapat
terdeteksi dan bayi sangat aktif.
Ketika usia bayi mencapai 24 minggu, pertumbuhan badannya sangat pesat.
Pada saat bayi akan lahir, berat normalnya sekitar 3 kg, panjangnya sekitar 45
cm, lingkar kepala bayi sama dengan lingkar bahu atau pangkal pahanya. Setelah
lahir, plasenta akan ikut keluar.
Saat
wanita memasuki usia 45 hingga 55 tahun. Seorang wanita dikatakan sudah
menopause, bila tidak mengalami menstruasi lagi, minimal 12 bulan. Menopause
adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami. Tidak hanya berhenti
menstruasi, banyak perubahan lain terjadi dalam tubuh wanita yang menopause,
mulai dari penampilan fisik, kondisi psikologis, hasrat seksual, hingga
kesuburan. Wanita yang sudah menopause tidak bisa hamil lagi.
Perubahan
ini bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba, dan disebut sebagai gejala
menopause. Masa terjadinya perubahan tersebut dinamakan masa perimenopause,
yang dapat berlangsung selama beberapa tahun sebelum menopause, dan umumnya
dimulai saat usia 40 tahun atau bisa juga lebih awal.
No comments:
Post a Comment