Thursday, 16 April 2020

Hal-hal yang akan dialami oleh wanita sepanjang kehidupan ( Sistem Reproduksi Wanita )


Proses pembentukan manusia secara biologis diawali dengan proses fetilisasi atau pertemuan sel telur dengan sperma yang membentuk zigot dan terus menerus berkembang hingga akhirnya dilahirkan di dunia, dalam biologi manusia  digolongkan ke dalam homosapien yang memiliki otak berkemampuan tinggi. Selain itu manusia juga di golongkan ke dalam mamalia karena beberapa kesamaa yang dimiliki, akan tetapi meskipun memiliki sifat mendasar yang sama, hal tersebut tidak serta menjadi alasan manusia sama seperti makhluk yang lain.
Pubertas merupakan suatu tahap perkembangan seorang anak menjadi dewasa secara seksual. Pada perempuan, pubertas terjadi pada rentang usia 10-14 tahun. Dalam masa pubertas,  remaja perempuan akan merasakan adanya perubahan dalam tubuhnya.
Saat memasuki masa pubertas, payudara remaja perempuan akan mulai tumbuh. Umumnya terjadi pada usia 8-13 tahun, dan diawali dari area sekitar puting, dan tumbuhnya rambut kemaluan dan bulu ketiak. Selanjutnya mengalami menstruasi setiap bulan, rahim membuat lapisan darah dan jaringan sebagai tempat  menempel sel telur yang akan dibuahi. Namun, jika sel telur tidak dibuahi, pada akhirnya akan luruh dan keluar dari vagina dalam bentuk darah menstruasi. Periode menstruasi umumnya berlangsung sekitar 2-7 hari.
Masa ovulasi pada umumnya berlangsung pada hari kesepuluh hingga hari ke-15 dihitung sejak hari pertama haid, bagi seorang perempuan yang memiliki siklus menstruasi sebanyak 28 hari, atau dua minggu sebelum haid selanjutnya dimulai. Jumlah ini dapat berbeda-beda, sehingga perlu benar-benar memperhatikan siklus menstruasi yang dilalui setiap bulan. Siklus ini dikendalikan oleh hormon-hormon reproduksi yang dihasilkan oleh hipotalamus, hipofisis, dan ovarium.
Ketika tubuh berovulasi, salah satu indung telur akan mengeluarkan telur yang telah matang. Sel telur ini kemudian akan memasuki tuba fallopi terdekat dan menunggu datangnya sperma untuk memulai pembuahan.
Pembuahan terjadi di saluran telur (tuba Fallopi atau oviduk). Zigot yang terbentuk menuju ke rahim (uterus), kemudian membelah diri menjadi dua, empat, delapan, enam belas, dan seterusnya. Sementara itu, lapisan dalam dinding rahim menebal untuk memberi makanan bagi embrio. Embrio memperoleh makanan dari tubuh induknya melalui plasenta (ari-ari). Selanjutnya, makanan masuk ke embrio melalui tali pusar. Melalui tali pusar tersebut, sisa-sisa metabolisme dan zat yang tidak berguna dialirkan kembali ke plasenta dan akhirnya ke tubuh ibunya.
Di dalam uterus, embrio dikelilingi oleh suatu cairan yang disebut cairan amnion atau ketuban. Cairan amnion berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
Tahap perkembangan embrio dari usia 5 minggu hingga usia 5 bulan, pada usia 5 minggu, embrio telah mempunyai kepala, mata, tubuh, ekor yang pendek, dan calon tangan serta kaki. Panjang embrio hampir mencapai 7 milimeter.
Pada usia 9 minggu, embrio telah berubah menjadi bayi kecil yang sudah terbentuk. la mempunyai wajah dengan mata, telinga, hidung, dan lidah. Jari-jari kaki dan tangannya juga sudah tampak. Kepalanya jauh lebih besar dari badannya. Embrio pada usia ini sudah dapat menggerakkan tangan dan kakinya. Panjangnya kira-kira 5,5 cm.
Pada usia 14 minggu, organ-organ tubuh yang dimilikinya sudah semakin berkembang. Panjang tubuh bayi sekitar 6 cm.
Pada usia 20 minggu, bayi memiliki panjang tumbuh sekitar 19 cm dan beratnya sekitar setengah kilogram. Organ-organ tubuhnya sudah lebih berkembang. Tangan dan kakinya sudah dilengkapi dengan kuku. Sudah memiliki alis mata dan bulu mata. Pada usia ini, detak jantung bayi dapat terdeteksi dan bayi sangat aktif. 
Ketika usia bayi mencapai 24 minggu, pertumbuhan badannya sangat pesat. Pada saat bayi akan lahir, berat normalnya sekitar 3 kg, panjangnya sekitar 45 cm, lingkar kepala bayi sama dengan lingkar bahu atau pangkal pahanya. Setelah lahir, plasenta akan ikut keluar.
Saat wanita memasuki usia 45 hingga 55 tahun. Seorang wanita dikatakan sudah menopause, bila tidak mengalami menstruasi lagi, minimal 12 bulan. Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami. Tidak hanya berhenti menstruasi, banyak perubahan lain terjadi dalam tubuh wanita yang menopause, mulai dari penampilan fisik, kondisi psikologis, hasrat seksual, hingga kesuburan. Wanita yang sudah menopause tidak bisa hamil lagi.
Perubahan ini bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba, dan disebut sebagai gejala menopause. Masa terjadinya perubahan tersebut dinamakan masa perimenopause, yang dapat berlangsung selama beberapa tahun sebelum menopause, dan umumnya dimulai saat usia 40 tahun atau bisa juga lebih awal.

No comments:

Post a Comment