Saturday, 7 March 2020

Proses Pembentukan Sperma

      Proses pembentukan sperma mulai terjadi pada pria memasuki usia belasan tahun. Mula-mula, sel-sel induk sperma (spermatogonium) membelah secara mitosis sehingga dihasilkan lebih banyak spermatogonium. Sebagian sel-sel spermatogonium ini terus membelah mitosis, sedangkan sebagian lain membesar menjadi spermatosit primer. Oleh karena pembelahan terjadi secara mitosis maka spermatogonium dan spermatosit primer memiliki 2n kromosom (diploid). Kemudian, spermatosit primer meiosis (tahap I) menghasilkan spermatosit sekunder. Oleh karena membelah secara meiosis, maka spermatosit sekunder memiliki n kromosom (haploid). Spermatosit sekunder membelah lagi secara meiosis (tahap II) menghasilkan dua sel yang juga haploid (n). Hasil pembelahan tersebut spermatid, dan diperoleh empat spermatid. Sel-sel spermatid akan mengubah diferensiasi (perubahan bentuk) menjadi sel spermatozoa atau sperma, peristiwa ini disebut dengan spermiogenesis. Perbedaan tersebut meliputi keberadaan kepala, badan (tengah), dan ekor (flagela).

No comments:

Post a Comment