Wednesday, 26 February 2020

Hati

    Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh manusia, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Pada orang dewasa berat hati mencapai 2 kilogram.
Hati merupakan tempat untuk mengubah berbagai zat, termaksut racun. Misalnya, hati menerima kelebihan asam amino yang bersifat racun. Hati juga menjadi tempat perombakan sel darah merah yang rusak menjadi empedu. Empedu yang dihasilkan tersebut akan di tampung di kantong empedu. Empedu terdiri dari garam empedu dan zat empedu (biliburin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak dalam proses pencernaan. Sedangkan zat warna empedu merupakan zat sisa yang akan memberi warna pada urin dan feses (tinja).Zat sisa tidak langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan oleh alat pengeluaran lainya, misalnya urea dan zat warna empedu akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersama-sama di dalam urin.
  1. Fungsi Hati
Selain sebagai organ pengeluaran, hati juga memiliki fungsi lain yang sangat penting bagi tubuh, yaitu sebagai berikut.
  1. Sebagai tempat menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
  2. Menetralkan racun yang masuk kedalam tubuh. 
  3. Mengatur kadar gula darah.
  4. Sebagai tempat pembuatan fibrinogen dan protrombin yang berperan dalam proses pembekuan darah.
  5. Sebagai tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A
  6. Menghasilkan empedu yang berguna untuk mengemulsikan lemak.
Sari makanan yang diserap usus halus terlebih dahulu masuk ke hati melalui vena porta. Zat racun dan bibit penyakit disaring di hati sebelum diedarkan ke seluruh tubuh. Hati merupakan organ utama yang bertanggung jawab keamanan zat yang beredar keseluruh tubuh. Oleh karena itu, hati dan ginjal sering rusak jika didalam makanan zat beracun dan zat sisa yang berguna. Misalnya, pecandu alkohol dapat mengalami peradangan hati yang di sebut hepatitis alkoholik, dan pada tahap lebih lanjut dapat mengalami sorosis.
2. Gangguan Hati
     Hati dapat terkena infeksi, misalnya penyakit hepatitis yang disebabkan oleh serangan virus. Virus ini dapat menular melalui makana, minuman, jarum suntik, dan transfusi darah. Penderita hepatitis mengalami kerusakan pada sel hatinya, sehingga zat warna empedu beredar ke seluruh tubuh. Akibatnya, warna tubuh menjadi kekuningan. Oleh karena itu, penyakit hepatitis sering disebut dengan penyakit kuning. Untuk menghuindarinya, hendaknya menjaga kesehatan dan kebersihan makana dan lingkungan hidup kita. Ada beberapa jenis hepatitis, yang utama adalah hepatitis A, B, dan C.
     Hepatitis A menular terutama melalui makanan dan minuman. Ditandai dengan infeksi kronis pada hati tanpa kerusakan dalam jangka waktu lama dan dapat sembuh, serta memiliki kekebalan sepanjang hidupnya. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antibodi dan vaksin.
     Hepatitis B ditularkan melalui darah atau cairan tubuh yang terinfeksi, atau dari ibu ke bayi yang dilahirkan. Kebanyakan penderita dapat sembuh dan mendapat kekebalan. Akan tetapi, ada juga berkembang menjadi penyakit hati kronis, bahkan dapat menjadi kanker. Banyak penyakit hepatitis B yang dapat di sembuhkan dengan interfone (suatu subtansi yang dapat meningkatkan respon imunitas terhadap virus). Juga dapat dilakukan dengan pemberian vaksin.
     Hepatitis C, seperti juga hepatitis B, ditularkan melalui cairan tubuh. Hepatitis C juga dapat menyebabkan sirosi dan kanker hati, tetapi lebih berbahaya karena biasanya tidak menimbulkan gejala. Akibatnya hepatitis C lebih sulit didiagnosis. Banyak penderita yang tidak menyadari mereka telah terserang terserang hepatitis C sampai virus telah menyebar atau mengalami gejala yang parah, biasanya 20 tahun setelah infeksi terjadi. Penyakit ini belum ada vaksimnya, tetapi pemberian interferon dan obat-obatan yang dapat menghambat perbanyakan virus dapat membantu.

No comments:

Post a Comment